Telat “Bandel” Bagi Pria Ini Ulasanya
Posted on: April 16, 2018, by : Wahyu Astuti

cowok keren

Sebagian kesibukan yang dahulu dikerjakan kawan-kawan saat muda, mungkin saja kita tidak mencicipi. Serta lalu aktivitas itu baru kita jumpai sekali lagi saat telah umur masak mendekati senja. lantas keluar rasa penasaran menginginkan cobanya karna saat itu tidak pernah mengerjakannya.

Daya tarik jadi “bad boys” dengan kata lain bocah nakal menyodok dari kepadatan kesibukan yang menjemukan. Terlebih demikian banyak artikel tunjukkan kalau wanita lebih tertarik dengan “kebandelan” lelaki. Puber ke-2 juga mendekati.

Tapi apa iya jadi bandel di umur dewasa masih tetap layak dikerjakan?

Bukanlah kah semuanya ada saatnya, semuanya ada eranya. Apa iya masih tetap layak saat kita baru mulai mencicipi kehidupan gelap di umur yang tidak sekali lagi muda?

Bukanlah kah Lucu rasa-rasanya saat kita reuni sekolah serta kawan-kawan menceritakan mengenai kebandelan masa muda, sesaat kita malah masih tetap mengerjakannya. Mereka menceritakannya jadi cerita lantas dengan kebodohan alur fikir masa muda. Kita malah baru mulai mengerjakannya. Bila memanglah semuanya mengasyikkan, lalu mengapa kawan yang dahulu mengerjakannya telah tidak mengerjakannya sekali lagi?

Lebih Umur, Lebih Pergaulan Bermakna Juga Lebih Yang Mengawasi

Dahulu kawan asyik saja menenggak minuman mengandung alkohol serta lalu pagi harinya menangani hang over dengan seadanya. Anda mungkin saja termasuk juga yang tidak turut aktivitas itu dahulu.

Lantas saat ini, di sebagian peluang, karna kondisi kita menjumpai hal sama. Tengah entertain client umpamanya. Lantas keluar hasrat coba hal yang dahulu ditinggalkan.

Lebih Tua Bermakna Lebih Tanggung Jawab

Ketidaksamaan paling penting lakukan kenakanalan saat remaja dibanding dewasa yaitu di masalah tanggung jawab. Dahulu mungkin saja kita cuma butuh pikirkan sendiri. Jikalau ikut serta problemnya dampaknya cuma dirasa dengan pribadi.

Tidak sekian saat dewasa. Pada saat berkeluarga umpamanya, kita telah memikul kehidupan anak serta istri. Atau dipekerjaan, pastinya kita telah masuk di level manajerial atau senior dengan jumlah bawahan yang tidak sedikit. Bila berlangsung suatu hal hal jelek, pastinya mereka juga akan terserang efeknya bukan?

Lebih Umur, Lebih Pergaulan Bermakna Juga Lebih Yang Mengawasi

Dahulu mungkin kita diam-diam terkait dengan dua tiga orang wanita. Maklum jumlah kawan juga paling hanya kawan SMA atau kuliah. Tapi bersamaan menambahnya umur, rekanan kita juga semakin berkembang. Pastinya beberapa hal “nakal” yang tidak elok bila di ketahui orang banyak.

Masalah dengan beberapa wanita umpamanya. Pasti tidak sesederhana saat masih tetap memakai seragam. Di umur masak, saudara telah mengetahui siapa pasanganmu. Rekanan kerja tahu mana istri sahmu. Client pasti bertanya-tanya bila berjumpa kita dengan wanita yang berlainan di tiap-tiap peluang.

Terlebih buat yang telah mempunyai anak masalahnya lebih runyam. Berapakah banyak kawan anakmu? Bagaimana pulak bila orangtua murid yang ketahui siapa pasanganmu berpapasan saat kita berasik masyuk?

Preman Pensiun Dapat Jadi Haji, Bila Pensiunan Haji ingin jadi apa?

Idiom itu memanglah tidak serius pas. Karna tak ada arti pensiunan haji. Tapi pastinya kita dapat memperoleh deskripsi mengenai arti ini. Bagaimana umpamanya Anton Medan yang bekas preman, lalu insyaf serta membangun pesantren. Atau umpamanya Gito Rollies yang dahulu ikut serta Narkoba serta lalu akhiri hidupnya jadi pendakwah.

Terbayang bagaimana konyolnya, bila mereka yang dulunya baik malah di umur senja jadi jadi pemadat bukan? Siapa orang yang ingin mengetahui “orang baik-baik” yang lalu jadi jadi jahat di umur tua?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *