Hanifa Pengusaha Dan Blogger
Posted on: June 27, 2018, by : Atik Sugianti
Hanifa Pengusaha Dan Blogger

Akhirnya, tepatnya pada 2005,  Hanifa mendirikan media online yang khusus mengupas tentang dunia kecantikan. Dia menggandeng rekannya, Affi Assegaff yang bekerja di salah satu perusahaan kosmetik untuk mendirikan media online,  di bawah bendera PT. Daily Dinamika Kreasi.

Media online yang didirikan secara kongsi ini diberi nama femaledaily dotcom. Akhirnya karena banyak yang komentar, Hanifah berpikir perlu medium lebih luas untuk mewadahi perempuan-perempuan ini untuk berdiskusi.

Gagasan itu tidak pada akhirnya tidak berhenti pada media online saja, tetapi juga menjadi forum diskusi para perempuan yang sadar mode dan kecantikan.

Saat ini, media online di singkawang yang didirikannya memiliki banyak anggota dengan jumlah anggota yang aktif mencapai 500 orang. Tingginya pembaca online di media ini, membuat banyak perusahaan utamanya perusahaan telekomunikasi papan atas memasang iklan di situs kecantikan ini. Upaya ini mendapatkan sambutan yang cukup positif karena tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk promosi, banyak perusahaan yang tertarik untuk beriklan.

Perkembangan kesuksesan

Kalau dilihat dari komposisinya memang masih lebih banyak merek luar yang beriklan dibanding merek lokal. Mungkin karena mereka mengacu ke headquarter yang pasti sudah lebih dulu berkampanye di online,” ungkap lulusan Pemasaran dari Southern Illinois University of Carbondale dan MBA dari Maryville University, St. Louis – MO, Amerika Serikat ini.

Hanifa  Pengusaha Dan Blogger

Sayang, Hanifa tidak berkenan menyebutkan berapa omset iklannya itu. Ia hanya mengatakan revenue 2012 dari pertengahan tahun sudah melewati revenue 2011. Trafiknya juga meningkat sampai 350% dalam tiga bulan terakhir. Menurut sebuah sumber, pada semester pertama 2011 FDN sudah meraup Rp 2 miliar.

Penghargaan dan prestasi

Kerja keras Hanifa untuk membesarkan perusahaan tidak sia-sia dan justru membuatnya diakui sebagai salah satu pengusaha media digital berpengaruh di Indonesia. Perusahaan yang dibangunnya ini juga mengantongi predikat Best Blog Award 2007. Selain itu, perempuan yang ramah senyum ini juga pernah mendapatkan predikat SWA Magazine 100 Digital Entrepreneurs 2012, SWA Magazine Young N Cool Entrepreneurs 2013, Winner of Kartini Indonesian Women Digital Award 2013, Endeavor High Impact Entrepreneur Candidate 2014, dan menjadi finalis Ernest & Young (EY) Entrepreneurial Winning Woman 2014.

Menggaet Banyak Perusahaan Besar

FDN sendiri, lanjut Hanifa, awalnya mengelola beberapa situs seperti fashionesedaily.com (fashion, kecantikan & gaya hidup), mommiesdaily.com (kehamilan & famili), popsdaily.com (selebritas) dan clozettedaily.com, tetapi akhirnya memilih untuk fokus di beauty. Jadi, baru awal tahun 2014 ini FDN memantapkan diri untuk concern di isu-isu kecantikan.

 

Setelah mendapat banyak masukan saat mengikuti program entrepreneur, mereka menemukan bahwa kekuatan dari FDN adalah beauty. Makanya situs-situs yang sedang di merge ke femaledaily.com. Sementara mommiesdaily.com tetap dipertahankan karena selain membernya sudah banyak, pemasang iklannya pun bagus. Yang jelas, Hanifa mengungkapkan, setelah lima tahun bisnisnya di dunia maya itu dijalankan, cukup banyak perusahaan yang menggandengnya. Hanifah Ambadar dan Bisnis Dunia Maya

Motivasi memulai Bisnis Selai Move On

“Saya pilih usaha ini lantaran saya sukai. Ada atau tidak ada duitnya, saya tetep buat, saya tetep happy. Saya meyakini ini sisi dari perjalanan saya temukan passion, sisi dari perjalanan saya merampungkan hutang-hutang saya, sisi dari perjalanan temukan cinta-Nya. Tersebut hal yang memicu saya mengawali usaha ini, ” kata Nani.

Dengan modal awal Rp 200 ribu, Nani coba mengawali usaha selai karamel rasa Move On. Penentuan kata Move On juga bukanlah tanpa ada argumen. Move On sama dengan perjalanan hidupnya untuk selekasnya bangkit dari saat lantas.

Baca Lagi pentingnya-co-founder-untuk-kelancaran-bisnis-anda/
Dalam menghasilkan selainya itu, ia betul-betul memakai apa yang ada dirumah lantaran memanglah keadaannya waktu itu betul-betul kekurangan. Modal awal yang diperlukan untuk usaha selainya ini sebesar Rp 200 ribu untuk bahan baku serta untuk paket toples.

Selainya ini di jual dengan harga Rp 40 ribu/toples, 1 jarnya diisi 120 mg. Saat ini, Nani telah dapat mengantongi omzet sekitaran Rp 20 juta per bln.

Dengan dibantu oleh 2 rekannya, Nani awalnya cuma bisa bikin 10 jar selai Move On. Tetapi, lama kelamaan, ia memberi jumlah produksinya jadi 50 jar. Selai itu kerap tak habis waktu awal-awal meniti usaha. Bila telah nyaris kadaluarsa, Nani umumnya membagikannya selainya itu dengan cara bebrapa hanya.

“Sekarang, Alhamdulillah saya buat berapakah saja habis. Pernah satu hari tembus 100 jar laris. Hingga ledes tangan ngaduk selai, ” ucap Nani bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *