Backpackeran Jadi Lifestyle Anak Muda untuk Menikmati Perjalanan
Posted on: April 23, 2018, by : Atik Sugianti
Backpackeran

Sudah adakah diantara teman-teman pembaca yang menjajal gaya hidup sebagai seorang backpackeran? Gaya hidup backpackeran berarti melakukan perjalanan ke suatu tempat dengan membawa barang-barang yang secukupnya sesuai dengan kebutuhan di dalam tas carrier atau koper.

Barang bawaan yang dimasukkan dan dibawa ke dalam tas tersebut merupakan barang bawaan yang dianggap perlu saja, tidak semua barang yang ada di dalam lemari akan dibawa. Oleh karena itu, kalau kamu bertemu dengan seorang backpakerian di jalan, kamu akan melihat betapa pakaian, sepatu, dan lain sebagainya yang dikenakannya nampak usang, itu karena sudah sering dipakai. Walau ada juga yang membawa barang-barang masih baru, tapi lambat laun barang itu akan segera usang karena dikenakan berkali-kali.

Biasanya seorang backpacker akan melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain dengan perencanaan yang seadanya. Kebanyakan, kaum mudalah yang mengikuti trend gaya hidup backpackeran ini.

Backpackeran

Budaya Backpacker

Dulunya, awal mula gaya hidup backpackeran ini dimulai ketika anak-anak muda memberontak pada sistem hidup yang mapan. Anak-anak muda ini melakukan gaya hidup yang tidak mapan, mereka tidak membutuhkan kenyamanan, yang terpenting ialah bisa merasakan kebahagiaan, sehingga mereka bisa tidur dan menginap di mana saja, mereka akan cenderung menolak tinggal di tempat yang mewah dan memberikan fasilitas lengkap seperti hotel.

Backpacker akan memilih tempat menginap seadanya yang dapat membantunya menghemat biaya hidup sekaligus bisa membuat mereka mendapatkan teman baru. Di lingkungan yang lebih terbuka, memberi mereka peluang untuk bertemu dengan orang-orang baru, berkenalan, kemudian menjalin persahabatan. Itulah yang diinginkan backpackerian ketika keliling dunia.

Backpackeran bisa dilakukan di dalam negeri dan juga diluar negeri, yang terpenting dalam melakukan perjalanan ialah, seorang backpacker dapat memahami aturan umumnya kala melakukan perjalanan. Tidak mengganggu fasiltias umum dan tetap menjaga ketertiban adalah aturan yang ditegakkan backpackeran kemanapun mereka pergi.

Perjalanan dengan Perencanaan Sederhana

Meski terlihat tidak ada tujuan yang jelas, sebenarnya menjadi backpacker pasti memiliki tujuan yang jelas, sebab seorang backpacker akan membuat perencanaan perjalanan sederhana, minimal akan mengunjungi suatu tempat yang benar-benar diinginkan. Backpacker juga melakukan proses perencanaan perjalanan singkatnya seperti itinerary perjalanan, perlengkapan yang harus dibawa, dan menentukan destinasi kunjungan singkat, di mana segala sesuatunya disesuaikan dengan budget yang dimilikinya.

Dalam hal menetapkan akomodasi, seorang backpacker akan menentukannya berdasarkan destinasi wisata yang akan dikunjunginya. Backpacker akan memilih transportasi yang akan membuatnya bisa menjadi lebih dekat dengan destinasi wisata tersebut. Pada umumnya, backpacker tidak peduli harus menaiki kendaraan umum atau menumpang kendaraan warga lokal sekalipun.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *