Antrean Panjang dan Tuduhan Calo Tiket Kertas
Posted on: July 25, 2018, by : Epan Hamidah

Antrean Panjang dan Tuduhan Calo Tiket Kertas

Antrean mengular di Sta Jawa Barat terjadi siun Bekasi, sejak sekitar pukul 05.30, kemarin. “Hari ini KRL hanya melayani penumpang dengan karcis kertas yang dibeli di loket,” ucap seorang petugas stasiun menggunakan pelantang. Dia mengulangi berkalikali pengumuman tersebut. Empat petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) lainnya melayani pembelian tiket kertas di loket pintu selatan. Tarif yang dikenakan untuk satu karcisnya sangat murah dan seragam alias flat, yakni Rp 3.000 ke semua jurusan. Satu jam kemudian, barisan mulai berantakan karena semakin banyak penumpang yang datang. Beberapa petugas berinisiatif melayani pembelian tiket di depan gate atau pintu masuk ke peron. Namun keputusan itu keliru karena justru semakin membuat kisruh. Para penumpang berebut membeli tiket dan ingin segera masuk kereta. “Dari mulai masuk gerbang tidak ada pengaturan barisan, jadi berebutan,” ujar Ayi Razaq, pengguna KRL.

Selain itu, menurut dia, jumlah petugas keamanan yang disiapkan juga sedikit dan mereka hanya berfokus berjaga di dekat loket. Ayi mengetahui bakal terjadi kekisruhan di stasiun atas adanya kebijakan ini dari akun Twitter @commuterline. Dia pun memilih berangkat lebih cepat dari biasanya. Ia membutuhkan waktu 15 menit untuk antre hingga masuk ke peron. “Saya sekalian beli buat pulang untuk jaga-jaga (jika sistem) masih eror.” Meski terjadi antrean panjang untuk membeli tiket di Stasiun Bekasi, di dalam peron dan KRL tampak lebih lengang dari biasanya. Tak jauh berbeda terjadi di Stasiun Depok. Sembilan gate otomatis diawasi secara manual. Pengumuman juga menggunakan pengeras suara. Namun masih saja ada penumpang yang mengomel. Dia mengaku tak mengetahui ada kebijakan ini. “Kok seperti ini, saya jadi terlambat (bekerja) gara-gara ini,” ucapnya. Ada pula orang yang dituduh memanfaatkan situasi dengan menjadi calo. Setidaknya dua pria dibawa ke kantor stasiun untuk diinterogasi karena dituduh menjual tiket seharga Rp 5.000. Juru bicara PT KCI, Eva Chairunisa, mengatakan keduanya merupakan tukang koran di sekitar Stasiun Depok. “Bukan calo, dia memang mengantre untuk orang lain, pelanggan korannya,” katanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *